Kendalikan Inflasi, Berau Siapkan Stok Pangan dan Gerakan Tanam Cabai

img

POSKOTAKALTIMNEWS, BERAU : Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau mulai memperkuat strategi menghadapi potensi gejolak harga pangan sepanjang 2026. Tidak hanya memastikan stok beras dan jagung tetap aman, Pemkab Berau juga menggencarkan gerakan menanam cabai di lingkungan rumah warga sebagai langkah nyata menekan inflasi dari tingkat paling kecil, yakni keluarga.

 

Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, mengatakan kondisi inflasi di Kabupaten Berau sejauh ini masih relatif terkendali dibandingkan sejumlah daerah lain di Kalimantan Timur.

 

“Meski begitu, pemerintah daerah diminta tetap waspada terhadap kemungkinan kenaikan harga bahan pokok yang bisa terjadi sewaktu-waktu,” kata Sri Juniarsih saat mengikuti Rapat Koordinasi Pembahasan Langkah Konkret Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2026 bersama pemerintah pusat dan pemerintah daerah, Senin (11/5/2026).

 

Dalam rapat tersebut, seluruh daerah diminta memperkuat langkah pengendalian harga pangan agar daya beli masyarakat tetap terjaga di tengah dinamika ekonomi nasional.

 

“Saya mengikuti arahan dari kementerian terkait untuk mengatasi inflasi. Alhamdulillah, untuk Kabupaten Berau sendiri masih berada di tengah-tengah,” ujarnya.

 

Menurutnya, salah satu faktor penting dalam menjaga inflasi tetap stabil adalah memastikan ketersediaan stok pangan di daerah. Karena itu, Pemkab Berau terus melakukan pemantauan terhadap cadangan bahan pokok, terutama komoditas yang paling sering memicu kenaikan harga di pasaran. Saat ini, stok beras di gudang Bulog Kabupaten Berau disebut berada dalam kondisi aman dengan jumlah cadangan mencapai sekitar 100 ton untuk kebutuhan tahun 2026.

 

“Ketersediaan stok tersebut menjadi salah satu langkah antisipasi pemerintah daerah agar masyarakat tidak mengalami kesulitan memperoleh bahan pangan utama,” terangnya.

 

Tak berhenti di situ, Pemkab Berau juga mulai memperkuat sektor pertanian dengan menyiapkan rencana tanam padi seluas sekitar 2.000 hektare yang dijadwalkan berlangsung pada Mei hingga Juli 2026. Program tersebut diharapkan mampu meningkatkan produksi pangan lokal sekaligus mengurangi ketergantungan pasokan dari luar daerah.

 

Selain beras, pemerintah daerah juga memberi perhatian khusus terhadap komoditas jagung. Sri Juniarsih menyebut, saat ini cadangan jagung di Kabupaten Berau mencapai sekitar 1.000 ton. Jumlah tersebut dinilai cukup untuk membantu menjaga kestabilan pasokan dan harga di pasaran, terutama untuk kebutuhan pangan dan pakan ternak masyarakat.

 

Sementara itu, cabai menjadi salah satu komoditas yang paling diwaspadai karena kerap menjadi penyumbang inflasi saat harga melonjak. Untuk mengantisipasi hal tersebut, Kabupaten Berau mendapat dukungan dari Kementerian Pertanian berupa bantuan pengembangan lahan cabai seluas lima hektare yang akan ditanam di wilayah Talisayan.

 

 Langkah itu menjadi bagian dari upaya memperkuat produksi cabai lokal agar kebutuhan masyarakat dapat dipenuhi tanpa harus terlalu bergantung pada pasokan dari luar daerah.

 

Namun, strategi pengendalian inflasi yang dilakukan Pemkab Berau tidak hanya berfokus pada program skala besar. Pemerintah daerah juga ingin membangun kesadaran masyarakat agar lebih mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangan rumah tangga. Sri Juniarsih bahkan meminta para camat, kepala kampung, serta dinas terkait untuk aktif mengajak masyarakat memanfaatkan pekarangan rumah dengan menanam cabai sendiri.

 

“Kami menyarankan kepada Camat, Kepala Kampung dan dinas terkait agar masyarakat bisa mandiri menanam cabai di rumah. Paling tidak untuk kebutuhan rumah tangga,” katanya.

 

Menurutnya, langkah sederhana tersebut dapat memberikan dampak besar apabila dilakukan secara bersama-sama. Selain membantu memenuhi kebutuhan rumah tangga, gerakan tanam cabai juga dinilai mampu mengurangi tekanan permintaan di pasar ketika harga mulai naik.

 

Dengan kombinasi antara penguatan stok pangan, peningkatan produksi pertanian, hingga gerakan pangan mandiri di tingkat rumah tangga, Pemkab Berau optimistis stabilitas harga kebutuhan pokok dapat terus terjaga sepanjang 2026. Pemerintah daerah pun berharap langkah tersebut tidak hanya mampu menekan laju inflasi, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan masyarakat hingga ke Tingkat kampung dan Keluarga. (sep/FN/Advertorial)